Home / Berita / UGen Webinar “Ramadan in Gaza” Hadirkan Pembicara Aktivis Palestina Angkat Suara Kemanusiaan dari Jalur Gaza

UGen Webinar “Ramadan in Gaza” Hadirkan Pembicara Aktivis Palestina Angkat Suara Kemanusiaan dari Jalur Gaza

Jakarta, 24 Februari 2026 — Di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina, khususnya di Jalur Gaza, Global Peace Foundation Indonesia bekerja sama dengan PPI Dunia dan Gaza Peace Initiative menyelenggarakan webinar bertajuk “Ramadan in Gaza: Voices, Humanity, and the Call for Peace.” Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, solidaritas, dan dialog lintas batas yang mempertemukan pemuda dengan suara langsung dari Gaza untuk menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan.

Diselenggarakan secara daring melalui Zoom, webinar ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, akademisi, serta perwakilan organisasi perdamaian dan kerelawanan dari berbagai daerah dan negara. Webinar ini bertujuan menghadirkan perspektif kemanusiaan yang lebih utuh melampaui angka, statistik, dan narasi media dengan menempatkan pengalaman hidup warga Palestina sebagai pusat diskusi.

Acara dibuka dengan sesi interaktif yang mengajak peserta merefleksikan makna kata “Palestina”. Beragam respons muncul, mulai dari kesedihan, kemanusiaan, empati, hingga harapan akan kebebasan dan perdamaian, mencerminkan kepedulian kolektif generasi muda terhadap isu Palestina.

Ramadan di Gaza: Ketahanan di Tengah Krisis

Sesi utama menghadirkan Mohammed Ezzat Abu Hassira, seorang warga Palestina sekaligus pendiri Gaza Peace Initiative. Ia menggambarkan Ramadan di Gaza sebagai masa penuh ujian akibat krisis ekonomi, keterbatasan pangan, serta situasi keamanan yang terus memburuk.

Ia menuturkan bahwa banyak keluarga berbuka puasa dengan makanan yang sangat minim, bahkan orang tua kerap mengorbankan jatah mereka demi anak-anak. Anak-anak tumbuh lebih akrab dengan suara konflik dibandingkan tawa. Meski demikian, semangat Ramadan tetap hidup melalui aksi-aksi sederhana penuh makna, tetangga yang saling berbagi makanan, komunitas yang saling menguatkan, serta harapan yang terus dijaga di tengah kehilangan.

Dari perspektif Palestina, perdamaian bukan sekadar konsep politik, melainkan kehidupan normal yang aman dan bermartabat di mana keluarga dapat hidup tanpa rasa takut, orang tua mampu memenuhi kebutuhan dengan harga diri, dan anak-anak dapat tumbuh dalam rasa aman.

Ia menegaskan bahwa Gaza tidak membutuhkan rasa iba, melainkan kerja sama internasional yang nyata. Rekonstruksi, menurutnya, tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga memulihkan kepercayaan, menciptakan peluang, dan menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Peran Pemuda Indonesia dan Solidaritas Global

Pandangan pemuda Indonesia disampaikan oleh Rayhan Maulana Ryzan, Secretary General PPI Dunia, yang menekankan peran strategis diaspora pelajar Indonesia dalam advokasi perdamaian Palestina. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia di berbagai negara memiliki posisi penting sebagai jembatan solidaritas global melalui diplomasi masyarakat, penguatan narasi kemanusiaan, serta aksi kolektif lintas negara.

PPI Dunia secara aktif mengoordinasikan diskusi, pernyataan sikap, serta penggalangan dana kemanusiaan bagi Palestina. Salah satu inisiatif berkelanjutan yang dijalankan adalah Ruang Harapan, sebuah platform solidaritas yang berfokus pada bantuan musim dingin, kesejahteraan anak, rehabilitasi, dukungan sanitasi, serta bantuan pangan bagi masyarakat Palestina, termasuk di Gaza dan wilayah pengungsian di Yordania.

Ia menegaskan bahwa solidaritas tidak boleh berhenti pada empati, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata dan berkelanjutan hingga tercapainya keadilan dan perdamaian yang bermartabat.

Sebagai penutup, diskusi ini menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina membutuhkan komitmen jangka panjang dan aksi kolektif yang konsisten. Webinar ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama, serta pengumuman kanal donasi sukarela untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Gaza.

Melalui webinar “Ramadan in Gaza”, para penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan empati, kesadaran global, dan rasa tanggung jawab bersama, khususnya di kalangan generasi muda untuk terus memperjuangkan perdamaian, martabat, dan kemanusiaan bagi Palestina dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *