Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Lampung berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung melaksanakan Edukasi AI kepada Orang Tua. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring Via Zoom dengan dihadiri 250 Guru pada Rabu, (14/1).
Program yang bernama AI Ready ASEAN ini sudah dilaksanakan sejak pertengahan tahun lalu, serta serentak pengimplementasiannya di 10 Negara ASEAN. Di Indonesia sendiri, Mafindo juga melaksanakan program ini di 40 wilayah salah satunya berada di Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Septiaji Eko Nugroho Ketua Presidium Mafindo menekankan terkait pentingnya peran orang tua memahami teknologi khususnya AI. Hal tersebut guna melindungi dan membentengi keluarga, dari masalah psikologis hingga kejahatan terkait terkologi ini.
“Dalam berkembangnya teknologi ini, juga muncul banyak problem psikologis, trauma kemudian pemerasan. Ini hal serius yang perlu diantisipasi,” ujar laki-laki yang akrab disapa Mas Zek tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela ingin orang tua tidak ketinggalan terlalu jauh dengan anak-anaknya terkait teknologi. Sehingga orang tua juga masih bisa memberi arah dan nilai terkait dunia digital kepada keluarganya.
“Kita semua bukan hanya membayar kuota internet (dirumah), tapi juga harus turut memberikan arah dan nilai dari penggunaan digitalisasi tersebut. Dengan adanya pelatihan ini juga, sehingga kita tidak ketinggalan terlalu jauh dengan anak kita,” ujarnya dalam sambutan.
Kegiatan ini turut dihadir Project Manager AI Ready ASEAN dari ASEAN Foundation Diera Gala Paksi, sekertaris umum PGRI Lampung Sakijo, serta tamu undangan lainnya. Kesuksekan pelatihan ini tidak hanya karena mendapat dukungan daeri ASEAN foundation dan Google.org, tetapi juga Pemerintah Provinsi Lampung.









